Modernis.co, Jakarta – Memutus tali persaudaraan kepada orang sekitar kita memiliki dampak yang kurang baik secara sosial maupun spiritual.
Di kehidupan sehari-hari, hubungan dengan keluarga, teman, atau saudara kadang nggak selalu mulus.
Ada aja momen salah paham, kecewa, bahkan sampai “silent treatment” atau saling ngejauh. Apalagi di era sekarang, masalah kecil bisa jadi besar cuma gara-gara chat nggak dibalas atau status yang disalahartikan.
Padahal dalam Islam, hubungan persaudaraan itu penting banget. Nggak cuma soal perasaan, tapi juga bagian dari ibadah.
Jadi ketika kita mulai menjauh atau bahkan memutus hubungan, sebenarnya ada konsekuensi yang perlu kita pahami. Yuk, kita bahas dengan santai tapi tetap berbobot.
Apa Itu Memutus Tali Persaudaraan (Silaturahmi)?
Dalam Islam, kita menyebut tindakan memutus tali persaudaraan sebagai qat’u rahim. Kita tidak hanya berhenti ngobrol atau jarang bertemu.
Kita juga sengaja menjauh, bersikap tidak peduli, dan menolak hubungan baik dengan keluarga atau sesama muslim tanpa alasan yang dibenarkan.
Kadang orang bilang, “Aku butuh space dulu.” Itu wajar kalau tujuannya untuk menenangkan diri. Tapi kalau sampai berlarut-larut, apalagi disertai rasa benci dan ego tinggi, itu sudah masuk kategori yang dilarang.
Intinya, Islam nggak melarang kita menjaga jarak sementara, tapi melarang kita memutus hubungan secara total.
Hukum Memutus Tali Persaudaraan dalam Islam
Secara tegas, hukum memutus tali persaudaraan adalah haram. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad: 22)
Ayat ini menunjukkan bahwa memutus silaturahmi itu bukan hal sepele, bahkan disandingkan dengan kerusakan di muka bumi.
Jadi, kalau kita lagi marahan sama saudara atau teman, penting banget untuk segera introspeksi dan cari jalan damai.

Dalil Hadis tentang Larangan Memutus Silaturahmi
Rasulullah ﷺ juga memberikan peringatan yang cukup serius. Dalam hadis dari Nabi Muhammad bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sering bikin kita “auto mikir ulang”. Karena dampaknya bukan cuma di dunia (hubungan jadi renggang), tapi juga di akhirat. Dalam hadis lain, Rasulullah menyebutkan bahwa hubungan yang buruk dengan saudara bisa menahan amal seseorang.
Pendapat Ulama tentang Silaturahmi
Ulama-ulama besar juga sepakat soal pentingnya menjaga hubungan ini. Imam Nawawi menjelaskan bahwa memutus silaturahmi termasuk dosa besar karena ada ancaman keras dalam Al-Qur’an dan hadis.
Di Indonesia, ulama seperti Buya Hamka juga menekankan bahwa silaturahmi itu bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari akhlak mulia seorang muslim.
Menurut beliau, orang yang menjaga hubungan dengan baik akan hidup lebih tenang, hatinya lapang, dan rezekinya lebih berkah.
Dampak Memutus Tali Persaudaraan
Kalau dipikir-pikir, memutus hubungan itu nggak pernah benar-benar bikin lega. Justru seringnya bikin overthinking, kepikiran, bahkan nyesel di kemudian hari.
Belum lagi kalau hubungan keluarga yang retak, dampaknya bisa panjang dan menyakitkan.
Dalam Islam, dampaknya juga serius: rezeki bisa terhambat, umur terasa sempit (kurang berkah), dan hubungan dengan Allah ikut terganggu.
Jadi, daripada gengsi atau nunggu “dia duluan yang minta maaf”, lebih baik kita yang mulai duluan. Nggak rugi kok.
Cara Menjaga dan Memperbaiki Silaturahmi
Nggak harus langsung akrab lagi kayak dulu, yang penting mulai dulu. Bisa dari hal simpel: kirim pesan, sapa, atau sekadar doakan diam-diam. Kadang langkah kecil itu jadi awal dari hubungan yang pulih.
Kalau memang ada masalah besar, coba selesaikan dengan komunikasi yang baik. Hindari drama, fokus ke solusi. Ingat, jadi orang yang “legowo” itu bukan lemah, tapi justru tanda kedewasaan.
Menjaga tali persaudaraan memang nggak selalu mudah. Sebab ada ego, luka, dan gengsi yang kadang susah diturunkan.
Tapi kalau kita ingat bahwa ini bagian dari perintah Allah, kita jadi punya alasan yang lebih kuat untuk tetap menjaga hubungan baik. Oleh karena itu yuk pelan-pelan perbaiki hubungan yang sempat renggang.
Nggak harus sempurna, yang penting ada usaha. Karena pada akhirnya, hubungan yang baik itu bukan cuma bikin hidup lebih damai, tapi juga jadi jalan menuju ridha Allah.





Kirim Tulisan Lewat Sini